Polemik Kerudung Rina Nose, Tak Perlu dibesarkan

kerudung rina nosePolemik Kerudung Rina Nose – Apa yang terjadi pada Rina Nose saat ini adalah suatu pilihan yang tidak bisa dipengaruhi oleh orang lain. Pilihan untuk melepas kerudung yang telah selama 1 tahun lebih menemani Rina dikesehariannya. Rina Nose yang dianggap punya sisi ceria karena selalu membawakan acara dengan wajah sumpringan seketika tidak tampil lagi di TV. Hal ini menimbulkan pertanyaan jika Rina telah di pecat pihak TV swasta.

Sebelumnya Rina Nose telah mengkonfirmasi jika dirinya sudah secara mantap melepas kerudung. Entah alasan pastinya apa namun yang terlihat dari warganet banyak yang menyayangkan bahkan banyak pula yang mengecam. Tindakan warganet ini bukan tanpa alasan, jika dilihat rina nose adalah salah satu publik figur yang mempunyai banyak penggemar dan tren kerudungnya sudah banyak dipakai. terlebih lagi alasan yang tidak jelas membuat publik bertanya apa si Rina pindah agama atau malah tidak punya agama. anggapan itu muncul dari statment yang dibuat rina kala diwawancarai Dedy secara exlusive.Ia tidak menyebutkan pastinya melepas kerudung namun hanya menulis alasan disecarik kertas yang diserahkan ke dedy.

Beberapa minggu ini kolom berita di portal berita dihiasi dengan kabar dari Rina Nose. Ada yang berspekulasi tentang alasan melepas jilbab ada juga yang menuliskan jika Ia pindah agama sampai masalah asmara yang telah terjalin dengan seorang Pria non Indo. Semua itu cepat berhembus dan menuai kontroversi.

Ustad Somad yang ditanya soal polemik Kerudun rina juga menanggapi dengan keras dan kata-katanya yang ceplas ceplos mendapat teguran dari warganet. Kata Pesek, Jelek, Kurus yang terlontar dari Ust. Somad banyak menuai kontra karena terkesan kasar. Video tanggapan ini juga sampai viral dan masuk trending Youtube. Namun ust Somad juga membela dengan mengatakan jika Rina lah yang mengejek Agama kenapa membela pengejek Agama.

Nah itulah segelintir polemik kerudung Rina Nose yang sampai saat ini masih bergulir. Untuk menjadi lebih taat senantiasa untuk belajar agama pada yang berilmu. Jika anda ingin membeli kerudung dengan harga murah hanya pelu datang ke https://jilbabcantikmodern.com/jilbab-syari yang sudah banyak dipercaya memberikan produk terbaik.…

Continue reading »
Mars Met Venus 3

Cerita Pasangan Kekasih yang Penuh Intrik

Selain menggabungkan dua part dalam satu film, Mars Met Venus juga berusaha mencari celah untuk menonjolkan keunggulan. Salah satunya dengan menciptakan sosok pasangan kekasih yang penuh Intrik. Seperti yag dibahas di atas, Intrik dalam hubungan pasangan kekasih di film Masr met Venus lebih karena dua sudut pandang yang bertolk belakang. Seringnya, pihak perempuan yang menyulut konflik.

Selipan bagian komedi dalam film ini dibuat dengan sangat pas. Bagian komedinya tak lantas membuat sisi romancei film ini lenyap. Dan semua tokoh yang terlibat punya porsi masing-masing untuk menguatkan genre komedi Mars Met Venus, misalnya sahabat si tokoh utama perempuan atau sahabat si tokoh utama laki-laki yang selalu membahasa soal percintaan dengan gaya yang mengocok perut.

Kisah Pasangan penuh Intrik ini ditulis oleh Nataya Bagya yang sebenarnya memang didasarkan pada konflik percintaan yang biasa terjadi di kehidupan nyata, sehingga film ini seolah memang sebuah real live yang dilihat dalam kilas balik penonton.

Mars Met Venus 3

 

Sekilas Tentang Mars Met Venus

Film Mars Met Venus menceritakan sepasang kekasih, Kelvin dan Mila yang sudah lama berpacaran. Suatu ketika Kelvin mengajak Mila membuat sebuah vlog dalam rangka usaha Kelvin melamar sang kekasih. Dalam perjalanannya, membuat vlog couple ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Mereka kadang mengalami pertengkaran, banyak salah paham, dan sudut pandang yang bertentangan. Dua part yang ditayangkan secara terpisah namun masih satu film ini ternyata melengkapi satu sama lain, misalnya seperti hal-hal ambigu di film part perempuan alias tim Venus yang akan terjawab di part laki-laki.

Pasang kekasih yang ceitanya sudah berpacaran cukup lama ini, punya perbedaan besar, seperti, Kelvin yang memiliki Phlegmathis. Kelvin lebih cenderung lebih pendiam dibandingkan dengan Mila yang ekspresif. Dua tokoh utama diperankan oleh Ge Pamungkas dan Pamela Bowie yang sudah tak asing lagi dalam dunia perfilman.  Selain Ge Pamungkas dan Pamela Bowie, Mars Met Venus juga dibintangi oleh deretan aktor-aktris youtubers seperti Cameo Project, Ria Ricis, dan Rani Ramadhany.

Penyangan dua part yang berbeda ini dijeda dengan waktu yang cukup lama. Untuk part pertama atau part perempuan tayang pada 20 Juli, sedangkan untuk part laki-laki tayang pada 3 Agustus 2017. Durasi film ini terbilang cukup panjang, sekitar 1 jam 30 menit. Namun karena alurnya yang seru Mars Met Venus tak terkesan membosankan sama sekali.

 …

Continue reading »
Mars Met Venus

Kisah Percintaan dalam Balutan Komedi di Film Mars Met Venus

Kisah cinta biasanya jadi sesuatu yang selalu menarik untuk disorot dari berbagai sudut pandang. Entah itu dari sudut pandang laki-laki yang menanggapi urusan percintaan dengan akal, atau justru dari sudut pandang perempuan yang tak pernah lepas dari masalah hati. Namun yang jelas kisah percintaan bagaimana pun memang menyenangkan untuk diikuti alurnya, apalagi dalam sebuah film yang selalu punya cara unik untuk menyajikan kisah cinta yang seharusnya sederhana, menajdi sesuatu yang luar biasa.

Tak jarang industri perfilman Indonesia mengangkat kisah cinta para remaja yang masih labil yang konfliknya ditunjukkan dan muncul karena sikap pihak terkait yang kekanakkan.namun karena dianggap sudha biasa dan seolah ingin membuat gebrakkan baru dalam branding undercover dunia perfilman, industry film Indonesia akhirnya marak membuat film dengan tema romansa ala pasangan dewasa yang siap melanjtkan hubungan ke jenjang yang lebih serius. Film dennga tema romansa yang jauh dari kesan masa muda dan cinta monyet ini juga tak kalah menjadi hal yang menarik bagi public dan para movie enthusiast. Pasalnya film romance seperti ini seoah memuaskan keinginan para movie enthuasiat yang haus akan sebuah film dengan gebrakkan konflik yang lebih wah!

Salah satu film romansa yagn mengangkat kisah conta pasangan dewasa adalah film garapan MNC Pictures. Film ini disajikan dengan balutan sensasi komedi yang siap mengocok perut. Film ini tayang Agustus  lalu dan diberi judul Mars Met Venus.

Mars Met Venus

Dua Part yang Berbeda dalam Satu Film

Mars Met Venus menyajikan kisah cinta dalam kemasan yang berbeda dengan film romance lainnya. Film ini siap mengajarkan penontonnya untuk memahami sesuatu dari berbagai sudut pandang agar mendapatkan kesimpulan yang tepat, begitu pula halnya dengan urusan cinta yang tak bisa dilihat dari satu sisi saja. Masalah percintaan dalam film ini akan dijelaskan melalui dua sudut pandang yang berbeda, yaitu sudut pandang laki-laki dan sudut pandang perempuan.

 

Mars Met Venus sendiri menggunakan judul dengan mengambil nama planet yang menjadi lambang dari dua pihak. Mars sebagai pihak laki-laki dan Venus sebagai perempuan. Kecenderungan perbedaan sikap dan pandangan hidup menjadi salah satu hal yang memicu konflik dalam film ini. baik pihak perempuan maupun pihak laki-laki, keduanya berusaha mempertahankan emosi dan pandangan masing-masing sebelum akhirnya bisa memahami satu sama lain.

Dua sudut pandang yang berbeda akan dipertontonkan dalam dua frame berbeda namun masih satu film dengan jalan yang sama, mungkin istilahnya seperti sekuel tapi bukan benar-benar sekuel. Inilah salah satu daya tarik yang menonjolkan dalam film Mars Mmet Venus. Tiap part yang menggambarkan kedua sudut oandang akan dibuat dengan latar berbeda namun membicarakan satu hal yang beraitan atau bahkan sama.…

Continue reading »

Bergesernya Budaya Lisan Berkat Perkembangan Teknologi

Gambar terkaitDulu, saat menulis skripsi tentang Rencana Desain Pusat Studi dan Asosiasi Sastra, aku menemukan sebuah situasi masyarakat yang cukup urgent, yang menjadikan perlunya skripsi itu aku tulis. Situasi apakah itu? Yah. Mungkin anda sudah tahu, bahkan mengalaminya sendiri. ” Masyarakat kita lebih cenderung berbudaya lisan.” Artinya minat baca masyarakat saat itu sangat kurang. Mereka lebih suka menonton bioskop daripada membaca buku. Jika ada film baru, antrian loket bisa sampai panjang seperti ular, tapi kejadian yang sebaliknya jika yang muncul adalah buku baru.

Waktu itu masih awal tahun 2000 an. Internet sudah ada tetapi tidak semarak sekarang.  Saat itu orang pakai internet jika mereka benar-benar butuh, atau benar-benar keranjingan. Jarang ada orang yang punya akses internet sendiri di rumah. Warnet menjadi tujuan online.

Itu dulu. Makanya wajar jika salah satu nara sumber skripsiku berkata bahwa bangsa kita tinggal dalam budaya lisan. Sehingga ketika hendak mendesain sebuah bangunan Pusat Studi Sastra, aku dihadapkan pada sebuah tantangan : apa benar masyarakat akan tertarik dan datang beraktivitas di bangunan itu.

Tapi kini jaman sudah berubah. Rasanya setiap orang sudah punya smartphone. Keberadaan sosial media sudah menjadi sebuah kebutuhan. Membeli kuota internet sama pentingnya dengan membeli beras. Akibatnya, karena kesukaan dalam bersosial media, tanpa sadar orang-orang mulai suka menulis. Mereka menulis apa saja yang ada didalam pikiran mereka. Bahkan jika sehari saja tidak mengupdate status, akan serasa ketinggalan jaman.

Hebat bukan? Kehadiran teknologi komunikasi yang seperti sudah masuk dalam aliran darah manusia itu mampu mengubah manusia dari yang tadinya berbudaya lisan menjadi budaya tulisan. Orang-orang mulai mengungkapkan perasaan dan pikirannya dalam bentuk tulisan. Tidak penting apakah tulisan mereka bermutu atau tidak, dengan gaya dan tata bahasa yang sesuai EYD atau amburadul. Kehadiran tulisan-tulisan mereka di dunia maya telah membutktikan bahwa orang sudah mulai terbiasa membaca dan menulis. Menulis tidak lagi menjadi monopoli kegitan para kaum terpelajar atau orang kantoran. Apalagi ketika dengan mudah bisa mengaskses informasi dan perkembanan terbaru saat ini melalui smartphonenya, orang-orang akan berbondong-bondong menyampaikan pendapatnya melalui tulisan.

Nah, jika anda mampu membaca artikel ini sampai disini, maka saya percaya, anda pun juga suka membaca. Karena saya yakin, tulisan ini terlalu membosanan jika anda seorang penganut budaya lisan. Hehe.. peace.…

Continue reading »