Mars Met Venus

Kisah Percintaan dalam Balutan Komedi di Film Mars Met Venus

Kisah cinta biasanya jadi sesuatu yang selalu menarik untuk disorot dari berbagai sudut pandang. Entah itu dari sudut pandang laki-laki yang menanggapi urusan percintaan dengan akal, atau justru dari sudut pandang perempuan yang tak pernah lepas dari masalah hati. Namun yang jelas kisah percintaan bagaimana pun memang menyenangkan untuk diikuti alurnya, apalagi dalam sebuah film yang selalu punya cara unik untuk menyajikan kisah cinta yang seharusnya sederhana, menajdi sesuatu yang luar biasa.

Tak jarang industri perfilman Indonesia mengangkat kisah cinta para remaja yang masih labil yang konfliknya ditunjukkan dan muncul karena sikap pihak terkait yang kekanakkan.namun karena dianggap sudha biasa dan seolah ingin membuat gebrakkan baru dalam branding undercover dunia perfilman, industry film Indonesia akhirnya marak membuat film dengan tema romansa ala pasangan dewasa yang siap melanjtkan hubungan ke jenjang yang lebih serius. Film dennga tema romansa yang jauh dari kesan masa muda dan cinta monyet ini juga tak kalah menjadi hal yang menarik bagi public dan para movie enthusiast. Pasalnya film romance seperti ini seoah memuaskan keinginan para movie enthuasiat yang haus akan sebuah film dengan gebrakkan konflik yang lebih wah!

Salah satu film romansa yagn mengangkat kisah conta pasangan dewasa adalah film garapan MNC Pictures. Film ini disajikan dengan balutan sensasi komedi yang siap mengocok perut. Film ini tayang Agustus  lalu dan diberi judul Mars Met Venus.

Mars Met Venus

Dua Part yang Berbeda dalam Satu Film

Mars Met Venus menyajikan kisah cinta dalam kemasan yang berbeda dengan film romance lainnya. Film ini siap mengajarkan penontonnya untuk memahami sesuatu dari berbagai sudut pandang agar mendapatkan kesimpulan yang tepat, begitu pula halnya dengan urusan cinta yang tak bisa dilihat dari satu sisi saja. Masalah percintaan dalam film ini akan dijelaskan melalui dua sudut pandang yang berbeda, yaitu sudut pandang laki-laki dan sudut pandang perempuan.

 

Mars Met Venus sendiri menggunakan judul dengan mengambil nama planet yang menjadi lambang dari dua pihak. Mars sebagai pihak laki-laki dan Venus sebagai perempuan. Kecenderungan perbedaan sikap dan pandangan hidup menjadi salah satu hal yang memicu konflik dalam film ini. baik pihak perempuan maupun pihak laki-laki, keduanya berusaha mempertahankan emosi dan pandangan masing-masing sebelum akhirnya bisa memahami satu sama lain.

Dua sudut pandang yang berbeda akan dipertontonkan dalam dua frame berbeda namun masih satu film dengan jalan yang sama, mungkin istilahnya seperti sekuel tapi bukan benar-benar sekuel. Inilah salah satu daya tarik yang menonjolkan dalam film Mars Mmet Venus. Tiap part yang menggambarkan kedua sudut oandang akan dibuat dengan latar berbeda namun membicarakan satu hal yang beraitan atau bahkan sama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *