Cara Membersihkan Jaket Kulit

Semua orang tahu bahwa begitu Anda memasukkan uang untuk mendapatkan jaket kulit yang bagus, tetap bagus mungkin agak sulit. Jaket kulit telah menjadi salah satu barang fashion sejati yang bisa dimiliki siapa saja, namun lebih populer di industri sepeda motor.

Kulit nampaknya menjadi salah satu dari potongan pakaian yang Anda miliki itu bisa menjadi salah satu barang paling sulit untuk dibersihkan. Jadi saat Anda keluar dan menghabiskan lebih dari $ 100 untuk jaket kulit yang bagus, Anda tidak ingin menghancurkannya dengan cara membersihkannya dengan cara yang salah. Bila Anda memutuskan ingin memiliki jaket kulit bersiaplah untuk melakukan apapun agar tetap berada di ujung atas bentuk.

Jika Anda ingin tahu bagaimana Anda bisa membersihkan jaket kulit Anda teruslah membaca karena kami menawarkan beberapa tip untuk membantu membersihkan jaket kulit Anda sendiri daripada membayar orang lain untuk melakukannya untuk Anda.

Tips Cara Bersihkan Jaket Kulit

Bila sedikit sentuhan perlu dilakukan pada jaket kulit Anda bawa ke pembersih bisa sangat membuat frustrasi. Jadi gantinya cari kain yang sangat lembut disentuh dan semprotan pembersih yang tidak mengandung zat kimia dan lap jaket anda ke bawah. Ini akan membantu menyingkirkan debu dari permukaan luar jaket.

Bagi yang memiliki jaket kulit yang diolah Anda bisa dengan mudah menggunakan sabun dan air lembut untuk membersihkan jaket Anda. Bila Anda melakukan ini meskipun memastikan bahwa Anda menggunakan kain lembut karena bisa merusak lapisan luar kulit.

Kulit disikat sulit didapat, tapi bila Anda membersihkannya bisa dilakukan dengan menggunakan sikat mohair atau sikat sepatu seperti tipe kuno. Dengan menggunakan salah satu alat ini, Anda harus memiliki kemampuan untuk mendapatkan hasil yang baik setiap saat.

Jika Anda memperhatikan bahwa jaket Anda memiliki noda garam di atasnya, Anda akan segera membersihkannya dengan menggunakan air bersih. Hindari mencoba membersihkan noda garam dengan air kotor atau sabun, karena hanya akan mengolesi benda-benda di sekitarnya.

Semua orang meneteskan barang pada pakaian mereka sesekali, tapi mungkin lebih sulit untuk mengeluarkan tetesan dari jaket kulit, maka itu adalah untuk keluar dari kemeja katun. Jika Anda memperhatikan bahwa Anda telah meneteskan sesuatu pada jaket kulit dengan cepat lepaskan zat dengan sikat lembut lalu bersihkan permukaannya dengan sabun lembut dan air hangat.

Beberapa hal yang sebaiknya Anda hindari menggunakan jaket kulit Anda adalah lilin, silikon, dan sediaan kulit apapun. Juga hindari membersihkan jaket dengan apapun yang mengandung zat alkohol, zat terpentin, atau roh mineral karena ini bisa menghancurkan jaket kulit dengan sangat baik.

Jaket kulit bisa menjadi milik harga yang benar untuk pengendara sepeda motor manapun dan merawat jaket kulit Anda harus dilakukan sama seperti Anda merawat motor Anda. Jika Anda merasa ada sesuatu yang bisa Anda tangani sendiri, jangan mencoba. Bawa jaket kulit Anda ke seseorang yang bisa melakukannya tanpa melepaskan jaket kulit Anda agar tidak dihancurkan.…

Continue reading »

Bergesernya Budaya Lisan Berkat Perkembangan Teknologi

Gambar terkaitDulu, saat menulis skripsi tentang Rencana Desain Pusat Studi dan Asosiasi Sastra, aku menemukan sebuah situasi masyarakat yang cukup urgent, yang menjadikan perlunya skripsi itu aku tulis. Situasi apakah itu? Yah. Mungkin anda sudah tahu, bahkan mengalaminya sendiri. ” Masyarakat kita lebih cenderung berbudaya lisan.” Artinya minat baca masyarakat saat itu sangat kurang. Mereka lebih suka menonton bioskop daripada membaca buku. Jika ada film baru, antrian loket bisa sampai panjang seperti ular, tapi kejadian yang sebaliknya jika yang muncul adalah buku baru.

Waktu itu masih awal tahun 2000 an. Internet sudah ada tetapi tidak semarak sekarang.  Saat itu orang pakai internet jika mereka benar-benar butuh, atau benar-benar keranjingan. Jarang ada orang yang punya akses internet sendiri di rumah. Warnet menjadi tujuan online.

Itu dulu. Makanya wajar jika salah satu nara sumber skripsiku berkata bahwa bangsa kita tinggal dalam budaya lisan. Sehingga ketika hendak mendesain sebuah bangunan Pusat Studi Sastra, aku dihadapkan pada sebuah tantangan : apa benar masyarakat akan tertarik dan datang beraktivitas di bangunan itu.

Tapi kini jaman sudah berubah. Rasanya setiap orang sudah punya smartphone. Keberadaan sosial media sudah menjadi sebuah kebutuhan. Membeli kuota internet sama pentingnya dengan membeli beras. Akibatnya, karena kesukaan dalam bersosial media, tanpa sadar orang-orang mulai suka menulis. Mereka menulis apa saja yang ada didalam pikiran mereka. Bahkan jika sehari saja tidak mengupdate status, akan serasa ketinggalan jaman.

Hebat bukan? Kehadiran teknologi komunikasi yang seperti sudah masuk dalam aliran darah manusia itu mampu mengubah manusia dari yang tadinya berbudaya lisan menjadi budaya tulisan. Orang-orang mulai mengungkapkan perasaan dan pikirannya dalam bentuk tulisan. Tidak penting apakah tulisan mereka bermutu atau tidak, dengan gaya dan tata bahasa yang sesuai EYD atau amburadul. Kehadiran tulisan-tulisan mereka di dunia maya telah membutktikan bahwa orang sudah mulai terbiasa membaca dan menulis. Menulis tidak lagi menjadi monopoli kegitan para kaum terpelajar atau orang kantoran. Apalagi ketika dengan mudah bisa mengaskses informasi dan perkembanan terbaru saat ini melalui smartphonenya, orang-orang akan berbondong-bondong menyampaikan pendapatnya melalui tulisan.

Nah, jika anda mampu membaca artikel ini sampai disini, maka saya percaya, anda pun juga suka membaca. Karena saya yakin, tulisan ini terlalu membosanan jika anda seorang penganut budaya lisan. Hehe.. peace.…

Continue reading »